Halaman

Sabtu, 28 Desember 2013

Permainan Kartu Kwartet Bahasa Inggris

Membelajarkan bahasa inggris adakalanya menyenangkan dan tak jarang juga menjenuhkan. Menyenangkan ketika pembelajaran berlangsung interaktif dan dinamis, tetapi sangat menjenuhkan apabila siswa tidak merespon, malu berbicara dalam bahasa inggris, dan pasif menjawab pertanyaan seperti yang saya alami di kelas.

Untuk mengatasi kepasifan tersebut, saya berinovasi membuat media kartu kwartet yang bisa dimainkan oleh siswa dengan target utama mereka berani berbicara dengan bahasa inggris. Tahap awal, saya membagi siswa dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) siswa perkelompok. Masing-masing orang dalam kelompok mendapat bagian 12 kartu yang bertuliskan  3 (tiga) kategori yang berbeda, contoh; jika siswa mendapat kartu berjudul WILD ANIMAL maka dia harus menuliskan di bawah judul nama hewan yang termasuk kategori wild animal di bawahnya sehingga semua kartu kategori terisi dengan kata sesuai judulnya. Misalnya, untuk contoh kategori wild animal, siswa menuliskan snake pada kartu 1, lion pada kartu 2 dan seterusnya.
Setelah semua kartu kategori terisi barulah dikumpulkan tiap kelompok dan dimainkan dengan urutan berikut:
  1. Siswa  duduk dengan kelompok
  2. Kartu dikocok terlebih dahulu sebelum dibagikan ke anggota kelompok
  3. Setiap siswa mendapat 4 kartu (sisa kartu ditaruh di bawah).
  4. Pemain yang mendapat giliran membaca dan meminta dengan mulai dari kata diatas kemudian  kosa kata yang berhuruf  tipis.
  5. Cara memberikan  kepada teman dibaca dalam hati kalimat diatas serta kalimat yang bercetak  tipis apakah sesuai dengan permintaan teman.
  6. Jika meminta pada teman yang ditunjuk kartu yang diinginkan dapat maka mendapat kesempatan meminta lagi pada teman yang lain satu kali.
  7. Jika meminta pada teman yang ditunjuk kartu yang diinginkan tidak dapat maka mengambil satu kali dari kartu sisa. Permainan selesai apabila kartu habis.
  8. Seluruh anggota kelompok berdiri dan bersama-sama   berkata   ”I love English agar    diketahui  posisi   kelompok     dibanding  kelompok yang lain dalam menyelesaikan seluruh kartu.
Permainan berjalan dengan dinamis, dan semua siswa senang memainkan kartu. Di akhir pembelajaran secara acak guru meminta siswa membaca ulang kartu yang telah mereka tulis dan membuat satu kalimat dengan kata-kata tersebut. 

(WAPIK-Unesa/arm).
 *) Rujukan : http://wapikweb.org


Tidak ada komentar:

Posting Komentar