Membelajarkan bahasa inggris adakalanya
menyenangkan dan tak jarang juga menjenuhkan. Menyenangkan ketika
pembelajaran berlangsung interaktif dan dinamis, tetapi sangat
menjenuhkan apabila siswa tidak merespon, malu berbicara dalam bahasa
inggris, dan pasif menjawab pertanyaan seperti yang saya alami di kelas.
Untuk mengatasi kepasifan tersebut, saya
berinovasi membuat media kartu kwartet yang bisa dimainkan oleh siswa
dengan target utama mereka berani berbicara dengan bahasa inggris. Tahap
awal, saya membagi siswa dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) siswa
perkelompok. Masing-masing orang dalam kelompok mendapat bagian 12 kartu
yang bertuliskan 3 (tiga) kategori yang berbeda, contoh; jika siswa
mendapat kartu berjudul WILD ANIMAL maka dia harus menuliskan di bawah
judul nama hewan yang termasuk kategori wild animal di bawahnya sehingga semua kartu kategori terisi dengan kata sesuai judulnya. Misalnya, untuk contoh kategori wild animal, siswa menuliskan snake pada kartu 1, lion pada kartu 2 dan seterusnya.
Setelah semua kartu kategori terisi barulah dikumpulkan tiap kelompok dan dimainkan dengan urutan berikut:
- Siswa duduk dengan kelompok
- Kartu dikocok terlebih dahulu sebelum dibagikan ke anggota kelompok
- Setiap siswa mendapat 4 kartu (sisa kartu ditaruh di bawah).
- Pemain yang mendapat giliran membaca dan meminta dengan mulai dari kata diatas kemudian kosa kata yang berhuruf tipis.
- Cara memberikan kepada teman dibaca dalam hati kalimat diatas serta kalimat yang bercetak tipis apakah sesuai dengan permintaan teman.
- Jika meminta pada teman yang ditunjuk kartu yang diinginkan dapat maka mendapat kesempatan meminta lagi pada teman yang lain satu kali.
- Jika meminta pada teman yang ditunjuk kartu yang diinginkan tidak dapat maka mengambil satu kali dari kartu sisa. Permainan selesai apabila kartu habis.
- Seluruh anggota kelompok berdiri dan bersama-sama berkata ”I love English” agar diketahui posisi kelompok dibanding kelompok yang lain dalam menyelesaikan seluruh kartu.
Permainan berjalan dengan dinamis, dan
semua siswa senang memainkan kartu. Di akhir pembelajaran secara acak
guru meminta siswa membaca ulang kartu yang telah mereka tulis dan
membuat satu kalimat dengan kata-kata tersebut.
(WAPIK-Unesa/arm).
*) Rujukan : http://wapikweb.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar